Choose your screen resolution: Auto adjust 800x600 1024x768

Main Menu

Home
Album List

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Our Political Thought

Lebih baik takut kehilangan kreativitas, daripada takut tak masuk top 10.

(Small) Saint Loco - Vision For Transition.jpg
(Small) January Christy - Melayang.jpg
(Small) Romy - Unity In Diversity.jpg
(Small) Maliq & D'essentials - Free Your Mind.jpg
(Small) Adrian Adioetomo - Delta Indonesia.jpg
RAN - RAN For Your Life
 
Written by Cabinoo, on 13-04-2008 00:00
Editor's rating 8/10
Average user rating No rating
Views 2055    
Favoured 16

RAN - RAN For Your LifeSebuah breakthrough yang mengesankan dari RAN. RAN telah menemukan formula yang cespleng agar ia disenangi oleh khalayak luas tanpa terdengar pasaran apalagi cengeng mendayu, malah kalau bisa terkesan cerdas. Nada-nada riang bersenyum lebar, ringan tanpa banyak beban, hijau segar, beat ngedance yang dijamin disukai anak muda. Aransemen mencomot unsur-unsur yang menyenangkan dari berbagai warna musik: jazz, R&B, funk, dance, juga pop 80-an dan disco 70-an yang pastilah akrab di telinga om-om dan tante-tante dari era Trio Libels. Maka RAN mengajak kita semua bergembira dan memompa hormon usia tujuh belasan. Mari sejenak kita kembali jadi remaja.

 

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Death Vomit - The Propechy
 
Written by Cabinoo, on 12-04-2008 00:00
Editor's rating 7/10
Average user rating No rating
Views 261    
Favoured 15

Death Vomit - The PropechyJangan terlalu harap ada satu lagu pun dari album ini yang bakal diputar di stasiun-stasiun radio terkemuka (kecuali mereka mau menderita gangguan syaraf), apalagi menikmati kehormatan masuk di jajaran top ten chart televisi. Nggak bakal...! Ini adalah death metal bung! Musik manusia melata yang hidup di dunia bawah tanah, lorong-lorong gelap, liang-liang kubur. Ya!, kaum underground sejati. Maka, ketika sebuah album death metal anak negeri, Death Vomit, bertitle The Propechy ini tiba-tiba terpampang di sebuah toko musik dalam mall nan sejuk, tak ada alasan untuk tidak segera meraihnya dengan penuh kegembiraan. Terima kasih untuk toko musik dan distributor mainstream, karena berkenan mensejajarkan musik yang penuh daya rusak ini dengan musik-musik lain (yang sebenarnya juga punya daya rusak yang tak kalah hebat).

 

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Dj Romy - Unity In Diversity
 
Written by Cabinoo, on 06-04-2008 00:00
Editor's rating 8/10
Average user rating No rating
Views 380    
Favoured 20

Dj Romy - Unity In DiversitySetidaknya ada dua menu diet untuk album ini. Pertama: ketukan di kisaran 128bpm. Ke dua adalah electro tech house. Dj Romy menekan permainan konvensional dan analog ke level minimal. Tak ada bass-line yang ngesoul, tak ada human vocal yang trancey, tak ada deviasi atau honest error dalam permainan nada. Semuanya techy dan electronic.

Tetapi dua menu diet tadi sama sekali tak menghalangi Dj Romy untuk memamerkan kekayaan yang dimilikinya. Album ini bermain dalam range dan mood yang sangat variatif. Rasanya, belum ada album house karya musisi Indonesia yang digarap dengan intensitas seperti ini. Pantas jika album ini berdiri sejajar dengan album-album house elite dunia. Ini pembuktian tuntas bahwa sang dj bukan sekedar disc jokey melainkan benar-benar seorang musisi sejati dengan karya yang patut disegani.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Bondan Prakoso & Fade2Black - Unity
 
Written by Cabinoo, on 16-03-2008 00:00
Editor's rating 7/10
Average user rating No rating
Views 2881    
Favoured 24

Bondan Prakoso & Fade2Black - UnityBondan Prakoso bermetamorfosis dengan cara yang menarik dan patut diacungi jempol. Lupakan penyanyi cilik. Saatnya mengapresiasi Bondan sebagai musisi dengan bakat dan ketrampilan berlimpah. Beberapa bulan lalu tiga belas basist terkemuka di tanah air mengadakan konser, dan Bondan masuk dalam barisan yang unjuk kebolehan. Mungkin kelak jika ada tiga belas drumer atau tiga belas gitaris tampil dalam satu panggung, bolehlah kita berandai-andai, Bondan pun tercantum dalam daftar absensi. Bahkan, dalam daftar tiga belas rapper, tiga belas vokalis, atau tiga belas penata musik sekalipun.

Album ini bukan saja terwujud karena kemampuan nge-rap, melainkan lebih karena ketrampilan Bondan dalam menata musik, dan menemukan titik singgung yang ideal untuk disenyawakan dengan rap. Oh ya, bukan sekedar menata, juga memainkan berbagai alat musik. Sepertinya kita menemukan penerus Fariz RM.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Yovie & Nuno - The Special One
 
Written by Cabinoo, on 15-03-2008 00:00
Editor's rating 7/10
Average user rating No rating
Views 1545    
Favoured 30

Yovie & Nuno - The Special OneSemakin banyak saja musisi yang gelisah pada perkembangan musik Indonesia. Ya pembajakannya. Ya kualitasnya. Khusus bagi Yovie Widianto, persoalan yang terakhirlah yang mendorongnya bersama kelompok Nuno (dulu The Nuno) merilis album The Special One. Mungkin dikiranya, album ini akan memperbaiki kualitas musik Indonesia. Mungkin juga dengan harapan agar musik-musik cemen berkualitas nomor sekian itu akan terlibas dan berguru pada album ini. Entah apakah harapannya terwujud. Yang jelas, album ini luar biasa meledak. Ini bukti masyarakat kita tertarik. Terlepas dari apakah selera kita yang membaik, atau kita masih melihat dengan kacamata yang sama: bahwa musik yang baik haruslah

 

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Burgerkill - Beyond Coma And Despair
 
Written by Cabinoo, on 09-03-2008 00:00
Editor's rating 10/10
Average user rating No rating
Views 1449    
Favoured 23

Burgerkill - Beyond Coma And DespairMungkin kami akan jadi berlebihan dalam mereview album Beyond Coma And Despair dari Bugerkill ini. Tentu saja, setiap review takkan obyektif. Namun sebaiknya memang tidak terlalu emosional. Sayangnya album ini sarat dengan kisah yang mengusik perasaan. Bahkan mendengar album ini hampir dua tahun setelah rilis perdananya, kami tetap terganggu; merinding, tergetar, malah di akhir album kami harus menahan nafas. Inilah album metal terdahsyat yang pernah dirilis oleh musisi Indonesia.

Di album ini Burgerkill, melalui Ivan Scumbag, benar-benar menunjukkan secara aktual apa itu penderitaan. Kepedihan itu hadir begitu nyata dan bermakna manis, sehingga berulang kali kami memegang tengkuk. Ivan dengan tepat mengisi layer vokal sesuai dengan musik dan apa yang ada dalam dirinya. Hail...!!

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Soulvibe - Soulvibe
 
Written by Cabinoo, on 08-03-2008 00:00
Editor's rating 6/10
Average user rating No rating
Views 1006    
Favoured 27

Soulvibe - SoulvibeTampil di panggung Java Jazz 2008 adalah sebuah kehormatan bagi Soulvibe, dan ini adalah tahun yang tepat untuk merilis album perdana, meski single mereka telah sayup-sayup terdengar sejak akhir tahun lalu. Tentu saja, Soulvibe bukan grup musik baru. Untuk bisa menembus panggung Java Jazz diperlukan referensi yang lebih dari sekedar nama populer. Karenanya, ketika album ini terpampang di rak-rak toko musik, segera saja kami raih sembari mengingat moment besar sang festival. Apakah Soulvibe bisa memanfaatkan kesempatan baik ini?

Formula Soulvibe di album perdana ini sebenarnya cukup taktis: ringan, ear friendly, ngepop, mudah dicerna dan bisa dinyanyikan bersama-sama. Aliran nu-jazz yang diusung Soulvibe dihiasi dengan elemen R&B, funky, rap, soul, sedikit house, dengan tujuan agar kita lebih banyak bergerak, ngegroove, ngedance. Tak heran jika semua nomor bisa diterjemahkan dalam aksi panggung yang menyedapkan mata. Dengan paket hiburan yang lengkap seperti ini, mestinya Soulvibe bisa mencuri perhatian. Namun sayang, warna musik yang dimainkan Soulvibe tidak terlalu istimewa jika dibandingkan bayang-bayang kharisma Java Jazz.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Various Artists - Jakarta Electro Syndicate #01
 
Written by Cabinoo, on 07-03-2008 00:00
Editor's rating 7/10
Average user rating No rating
Views 496    
Favoured 29

Various Artists - Jakarta Electro Syndicate #01Kita perlu mengangkat tabik pada Dj Riri Mestica yang menantang 10 dj terkemuka Jakarta untuk memainkan 10 track asli mereka sendiri dan menyandingkannya dalam satu album kompilasi. Tantangan Riri pun tidak main-main: electro!

Di tengah dance culture kita yang masih dalam taraf cut and mix satu trax dengan trax lain, maka upaya ini patut diapresiasi. Kami pun tidak berharap terlalu tinggi. Nomor-nomor standard electro house yang dimainkan sudah cukup untuk memeriahkan pesta kami, kecuali Agrikulture yang lebih berani mengusik dan menawarkan kegelisahan baru.

 

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
White Shoes & The Couples Company - Skenario Masa Muda
 
Written by Cabinoo, on 02-03-2008 00:00
Editor's rating 8/10
Average user rating No rating
Views 638    
Favoured 24

White Shoes & The Couples Company - Skenario Masa MudaPandangan kami tentang gaya retro yang norak kontan pupus (Track 2: Super Reuni). Ah, seandainya jalan-jalan Jakarta senyaman ini, maka nomor ini pasti jadi maskot (Track 4: Pelan Tapi Pasti). Guruh Soekarnoputra pasti bangga pada anak-anak IKJ ini karena meneruskan warisan yang pernah dipopulerkannya (Track 6: Roman Ketiga). White Shoes & The Couples Company selalu ingin mengangkat kualitas musiknya dengan aransemen yang lebih dari sekedarnya (Track 7: Today Is No Sunday). Sebuah nomor yang lucu tanpa harus konyol, malah terlihat pintar (track 9: Aksi Kucing).

Efektif hanya ada lima lagu yang disuguhkan di album Skenario Masa Muda ini. Namun dari album singkat ini, terpancar sinar cerah penuh harapan akan sebuah tata musik yang indah. Ya, inilah album restorasi yang membanggakan.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
January Christy - Melayang
 
Written by Cabinoo, on 01-03-2008 00:00
Editor's rating 10/10
Average user rating No rating
Views 310    
Favoured 29

January Christy - MelayangPunya karakter suara yang khas dan bisa menyanyi, bagi January Christy, belumlah cukup. Ia menuntut musik yang berkualitas. Ia membutuhkan lirik yang bukan sekedar puisi dan permainan bunyi; harus ada sebuah isi. Dan, January Christy pun membayar dengan interpretasi serta penjiwaan yang memadai. Semua itu menjadikan nomor-nomor dalam album ini bukan hanya terdengar unik, melainkan juga berkelas. Ya, sebuah kelas yang sulit ditandingi, bahkan setelah dua puluh tahun berlalu.

Album ini tak terelakkan lagi masuk dalam jajaran album-album legenda musik Indonesia terhormat.

 

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Seringai - Serigala Milita
 
Written by Cabinoo, on 24-02-2008 00:00
Editor's rating 8/10
Average user rating No rating
Views 535    
Favoured 20

Seringai - Serigala MilitaLupakan harmony dan nada-nada manis. Album Serigala Militia hanya punya satu tujuan: energi. Jika anda tak cukup punya nyali untuk berkeringat, menghantam kepala, mengobrak-abrik gendang telinga selama 42 menit 52 detik, maka lupakan. Atau, selamat datang di club para pengumbar emosi, air ludah, keringat dan alkohol.

Di sepanjang album keempat serigala ini mengamuk. Gitar, drum, bass dan vokal bermain cepat dan tangkas, membakar amplifier, melelehkan mikrophone. Metal yang ganas untuk pesta diskodoom sembari menegak bergalon-galon bier.

 

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Zeke And The Popo - Space In The Headlines
 
Written by Cabinoo, on 23-02-2008 00:00
Editor's rating 6/10
Average user rating No rating
Views 426    
Favoured 26

Zeke And The Popo - Space In The HeadlinesBeing alternative selalu jadi kebanggaan tersendiri. Itu berarti menjadi sesuatu yang lain dari kebanyakan yang seringkali begitu klise. Itu juga berarti menjadi diri sendiri, semangat kebebasan, gairah kemandirian. Zeke And The Popo (ZATPP) dalam album Space In The Headlines tampaknya berangkat dari keinginan untuk menawarkan alternativitas.

Apakah Space In The Headlines mampu menjadi alternatif? Ya! Ia adalah album yang lain dari kebanyakan album yang menjadi kegemaran khalayak. Namun, apakah ia memberikan kesegaran dan sumber inspirasi baru? Kami pikir, ZATPP perlu mempertajam visi paham altenativitas mereka. Album ini terlalu dini untuk diluncurkan, jika dimaksudkan untuk menjadi sebuah alternatif yang inspiratif.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Seek Six Sick - Volume III Era Digital (Repackaging)
 
Written by Cabinoo, on 17-02-2008 00:00
Editor's rating 7/10
Average user rating No rating
Views 224    
Favoured 29

Seek Six Sick - Volume III Era Digital (Repackaging)Istilah noise rock ditambah experimental rock mungkin menebarkan kecurigaan tertentu: musik bising, menyakitkan telinga, lagu tak beraturan, jam session efek gila-gilaan, bunyi-bunyian aneh yang sama sekali tak bisa dinikmati. Semuanya bisa mengganggu pendengaran, lalu mempengaruhi mental. Bagaimana pun ini adalah noise music. Harap maklum. Begitu pula saat mendengar album Volume III Era Digital (Repackaging) dari Seek Six Sick (SSS) ini. Dalam volume normal saja, musik yang ditawarkan oleh SSS sudah cukup menggelisahkan. Ribut. Tapi tahan dulu kecurigaan itu. Kini saatnya menggunakan imajinasi dan berbagai pengalaman psychotic untuk menyimak album berani ini.

SSS penuh percaya diri melempar album ini ke khalayak umum. Kini tantangan itu ada di tangan anda untuk mencobanya. Why not?

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Ari Lasso - The Best Of Ari Lasso
 
Written by Cabinoo, on 16-02-2008 00:00
Editor's rating 7/10
Average user rating No rating
Views 527    
Favoured 21

Ari Lasso - The Best Of Ari LassoEmpat album laris dengan belasan single hits adalah bukti tak terbantahkan bahwa pendengar musik Indonesia menyukai Ari Lasso. Maka, cepat atau lambat, Ari Lasso harus merilis album kompilasi the best-nya. Ini bukan soal dokumentasi atau kesempatan bisnis, melainkan karena album ini sudah cukup lama ditunggu-tunggu penggemar. Banyak penikmat musik Indonesia, seperti kami, yang hafal di luar kepala lirik dan lagu-lagu hits Ari Lasso. Kami ingin menyanyikannya lagi bersama Ari Lasso dalam satu album penuh. Ya, satu album penuh yang berisi kesenangan.

Syukurlah, album ini tidak melulu berisi lagu hits past tense. Tiga lagu baru: satu lagu yang ngepop dan dua lagu yang lebih berenergi adalah komitmen dari sang vokalis terbaik Indonesia untuk selalu menyenangkan penggemarnya, sekaligus menguji dirinya. Sebagai koleksi, album ini sayang untuk dilewatkan.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Pure Saturday - Time For A Change Time To Move On
 
Written by Cabinoo, on 10-02-2008 00:00
Editor's rating 9/10
Average user rating No rating
Views 448    
Favoured 24

Pure Saturday - Time For A Change Time To Move OnPure Saturday bagai hantu. Namanya ada, tapi sayup-sayup. Musiknya terdengar, tapi tak semua orang menyiulkannya. Album-album Pure Saturday tidak meledak hebat. Mereka pun tak jadi pop star dan tak dikejar-kejar kamera pemburu berita. Tapi mereka yang sempat mengenal Pure Saturday hampir pasti mencintai. Sayangnya yang ditunggu jarang datang. Albumnya pun sulit ditemukan di rak-rak toko musik, karena tak semua orang mencari. Makanya ketika album kompilasi Pure Saturday ini meluncur, tiba-tiba ada gairah: mari kita dengarkan musik apik. Dan, Pure Saturday masih seperti dulu, datang bersama label tak terkenal, membawa musik yang membuat kita mengerti bagaimana bermusik itu semestinya.

Contoh terhebat adalah nomor ‘Labyrinth’ dari album Utopia, sebuah puncak kesolidan, masterpiece-nya Pure Saturday. Dengan panjang lebih dari 7 menit, bukanlah perjalanan yang membosankan apalagi bertele-tele. Justru inilah musik yang memikat, komposisi yang artistik, semua lini bermain ekspresif, dipuncaki amukan cymbal nan riuh. Dahsyat.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Saint Loco - Vision For Transition
 
Written by Cabinoo, on 09-02-2008 00:00
Editor's rating 8/10
Average user rating No rating
Views 1821    
Favoured 32

Saint Loco - Vision For TransitionSiapa yang mengatakan bahwa Saint Loco adalah Linkin Park-nya Indonesia? Memang itu ada benarnya. Namun dalam Linkin Park (sebelum Minutes To Midnight), sound bass mereka tidak menggelegar Saint Loco, bahkan bass mereka tak punya nyali untuk berceloteh nakal (salut buat Gilbert). Ini pelajaran penting buat Linkin Park. Saint Loco punya Iwan yang tak kalah berani mengeluarkan sound yang meruang ala The Edge. Saint Loco punya Tius, sang dj yang harmonic yang tahu bagaimana membuat suasana bagai dalam lounge biru laut atau panas neraka. Tentu saja kami suka grup asimilasi anak negeri ini, terlebih karena mau menulis lagu dalam bahasa kami, “Kedamaian”.

Perhatikan nomor ‘Fallin’ dalam album Vision For Transition ini. Ya, ini nomor apik, yang mematahkan semua pendapat bahwa Saint Loco adalah tiruan mentah dari Linkin Park. Coba simak permainan gitar Iwan, lalu baca segmen “Band respect to” di sleeve dan temukan nama U2 di urutan pertama. Perhatikan progresi emosinya. Naik, galak, exhale, naik galak, colling tapi penuh scream di sana sini. Reff catchy dibalut rock modern garang. Nomor tercantik di album ini.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Maliq & D'Essentials - Free Your Mind
 
Written by Cabinoo, on 07-02-2008 00:00
Editor's rating 8/10
Average user rating No rating
Views 974    
Favoured 25

Maliq & D'Essentials - Free Your MindCover album Free Your Mind, dengan barisan berseragam hitam ini seolah jadi official statement bahwa Maliq & D’Essentials bukanlah Maliq featuring D’Essentials sebagaimana yang mungkin banyak dikira orang, melainkan benar-benar sebuah band utuh: Maliq & D’Essentials. Komitmen itu semakin nyata dalam musik yang dimainkan. Dibanding album pertama, Free Your Mind lebih terasa sebagai sebuah album band. Ya, sebuah album dari sebuah grup band yang sedang mengalami masa subur idea-idea dan kemungkinan-kemungkinan.

Free Your Mind adalah sebuah keberanian Maliq & D’Essentials untuk memainkan musik mereka sendiri. Masih dengan formula jazzy, R&B, neo soul, namun Maliq & D’Essentials menginjeksinya dengan omelan rap, hentakan house, celoteh groove dan beat. Ini namanya eksplorasi. Dua nomor penutup yang jadi bonus adalah remix yang berani dan menarik. Lupakan nomor lembut itu. Anggap saja petikan harpa, tiupan flute atau denting gitar akustik adalah sebuah percobaan kimia untuk menemukan ramuan baru. Di banyak nomor album Maliq & D’Essentials kali ini lebih danceable dibanding sebelumnya.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Gugun And The Bluesbug - Turn It On
 
Written by Cabinoo, on 03-02-2008 00:00
Editor's rating 9/10
Average user rating No rating
Views 400    
Favoured 31

Gugun And The Bluesbug - Turn It OnKesetanan! Mungkin itu  kata yang paling pas untuk menggambarkan kelakuan ketiga lelaki di album ini. Konon blues memang musik setan. Tapi bukan itu alasannya. Sudah lama kami tidak menemukan album grup lokal yang memainkan musik blues; apalagi selively dan sepanas apa yang dimainkan oleh Gugun And The Bluesbug, di album Turn In On. Mendengar album ini serasa menemukan katarsis untuk mengumbar bagian tergelap dari jiwa, mencopot persona kemunafikan. The bugs sting..!! Kami pun kesetanan.

Maaf bila kami berlebihan, namun inilah album blues lokal yang paling dahsyat, panas, menyengat, sangat organik, hidup. Apalagi?

 

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print
Gigi - Peace, Love 'N Respect