| Written by Cabinoo, on 12-01-2008 00:00 |
|
|
| Average user rating |
No rating |
|
| Views |
519  |
|
|
|
Artist: Andezzz Album: Movin' On Type: Studio Album Released: 2007 Recorded: - Genre(s): Jazzy, Soulfull House, Easy Listening Length: 13 lagu (55:17) Label: Catz Records Producer(s): Edward Andez
Movin’ On adalah studio album dari Andezzz [Departure: People]. Andezzz adalah Edward Andez (salah satu personel duo jazzy Sova) didukung oleh kelompok Departure: People. Album ini dirilis tahun 2007 dibawah label Catz Records. Departure: People adalah kelompok musisi yang dibentuk melalui proses audisi oleh Andez.
Music Concept:
Album Movin’ On ini menyuguhkan musik jazzy, soulful house, dance sampai chillout yang dikemas easy listening.
Track List:
| 01. | W.H.Y.JazzFMWelcome
| 0:28
| | | 02. | Udonthavetoknowtonite
| 3:54
| Edward A, Alvin L, Stasha L | | 03. | Saat Itu Juga (Vox Version)
| 4:47
| Edward A | | 04. | Tersenyumlah (Original Mix)
| 4:32
| Edward A | | 05. | Kehadiranmu-Kisahku
| 4:28
| Edward A | | 06. | Pergi
| 4:22
| Edward A | | 07. | Sinaran (Rework)
| 5:16
| Azlan Abu Hassan, Johan Mohamed Nawawi | | 08. | Why Don’t Just (Breakthru/Inspire Mix)
| 3:41
| Edward A, Alvin L, Stasha L | | 09. | Change 4 Me (Original)
| 4:11
| Edward A, Stasha L | | 10. | Aku Jatuh
| 4:42
| Edward A, Amandia | 11.
| Lamunan Sepi (Domestic Living)
| 3:53 | Edward A | | 12. | Saat Itu Juga (S.A.X)
| 4:49 | Edward A | | 13. | My Sky, Horizon Lover
| 6:14
| Paam Cotta, Departure: People |
Personel:
Adezz [Departure: People] adalah Edward Andez, Stasha Luwia, Alvin Lubis, Amandia, Wisha Dewi, Fari Leksanti, Toma Pratama, Bow Wow Soulmate, Dewi Andarini, BouBou Contra Indigo, Shinta Letarini, Paam Cotta.
Editor's comment
| 6/10 |
Cukup mengherankan juga jika Edward Andez (Andez) mengaku bahwa albumnya ini ditolak oleh major label sehingga ia memilih bekerja sama dengan record company baru milik jaringan Disc Tarra Group. Kami tidak melihat ada materi di album Movin’ On yang perlu dienggani oleh major label. Tidak ada aroma idealisme indie yang biasanya membuat major label alergi. Materi-materi Movin’ On ringan-ringan saja. Meski pada intro mc memperkenalkan nama jazz fm, namun nyaris tidak ada unsur jazz yang membuat kening kita berkerut. Justru yang terdengar adalah lagu-lagu easy listening, poppies, yang bisa dinikmati sambil lalu. Jika Andez mengatakan bahwa ia juga membawa materi soulful house, kami tidak menangkap soul itu. Bahkan untuk sebuah nomor house pun, kami tidak menemukan track yang bisa jadi floor killer. Jazz yang ada seolah hanya tempelan pada beat machine. Di telinga kami, album ini seperti playlist yang dimainkan oleh dj anonim (dj machine?), di sebuah cafe anonim, sekedar filler bagi pengunjung yang datang untuk membuang waktu. Daftar Lagu W.H.Y.JazzFMWelcome. Just opening by mc. Udonthavetoknowtonite. Nomor jazzy lembut, ringan, easy listening, tak istimewa, biasa-biasa saja. Saat Itu Juga (Vox Version). Jazzy yang cukup manis. Dengan beat house yang ringan, Andezzz mengajak kita untuk sedikit bergoyang-goyang di kursi sambil menikmati porto wine. Tersenyumlah (Original Mix). Nomor ini terdengar nyaris tak berbeda dengan nomor sebelumnya plus nuansa soulful house. Kehadiranmu-Kisahku. Meski beat sedikit dibreak, namun nuansanya tetap relax. Easy come easy go. Solo tenor saxophone oleh Boy P Utomo memberi sedikit kesegaran. Pergi. Ini nomor yang jadi single andalan Andezzz yang sempat berputar-putar di beberapa stasiun radio. Beat sedikit naik, bass cukup ngefunk, lumayan enak buat warming up di dance floor. Sinaran (Rework). Remix dari lagu Sinaran yang pernah ngetop dibawakan oleh Sheila Majid. Untuk memberikan nuansa beda, Andezzz menggunakan male vocal dan permainan bassline yang dominan. Kalau toh kami ikut bergoyang, itu karena lagu ini memang sudah sedemikian kesohor. Kami bertanya-tanya, kenapa ya gaya vokal di album ini cenderung lembut? Kami ingin mendengar yang sedikit ngesoul. Why Don’t Just (Breakthru/Inspire Mix). Kali ini beat dinaikkan lagi, dan kita pun semakin kencang ngedance bersama soulful house. Ah, seandainya vokalnya lebih ngesoul, memakai permainan bass analog, lebih berani memainkan piano, plus sedikit sax atau kocokan gitar, maka track ini punya modal bagus untuk diremix. Change 4 Me (Original). Tempo diturunkan, dengan sedikit sentuhan RnB, nomor jazzy ini cukup sexy. Aku Jatuh. Andezzz tak mau berlama-lama bersantai, tempo dinaikkan lagi. Sampai di sini kami merasa Andez perlu bekerja lebih keras untuk membuat sebuah nomor yang benar-benar memikat agar kami teradiksi untuk berdansa. Lamunan Sepi (Domestic Living). Sebuah nomor lembut dengan ambience living room berlatar belakang rintik hujan. Menurut kami, ambience rintik hujan yang terus-menerus mengiringi lagu ini terdengar membosankan. Kami berharap hujan sedikit reda lalu tergantikan suara percik api kayu bakar. Saat Itu Juga (S.A.X). Track nomor tiga dengan tambahan sopran saxophone oleh Devian Zikri. My Sky, Horizon Lover. Nomor ini terasa berbeda sekali dibanding nuansa yang terbangun sebelumnya. Tiba-tiba suasana jadi seperti di Buddha Bar. Sebuah nomor chillout. Blazin’Day. Closing mc. Bye! Harapan Andez agar lagu-lagunya bisa masuk dalam daftar remix club-club terkemuka, mendapat tantangan cukup besar. Menurut kami, materi lagu Andez terlalu polos untuk diremix. Sebelum harapannya terwujud, Andez perlu menantang dirinya sendiri untuk menemukan segmen-segmen dalam suatu track yang menarik untuk diremix, didub, dimashed-up bahkan diextend. Ini bukan berarti menciptakan hits, melainkan menciptakan riff, progresi, bahkan karater yang artistik dalam suatu track. Untuk itu diperlukan kadar idealisme tertentu. Menurut kami, dalam album ini Andez tak menggali bakat musik terbaiknya. Jika itu dilakukan bersama major label, kami bisa mengerti. Kami tidak mengerti kepada siapa Andez harus melakukan kompromi sedemikian besar. Namun demikian, satu bintang tetap merupakan perayaan kami terhadap ajakan Andez untuk sedikit bersenang-senang dan relax listening. Bagaimana pun album ini bisa jadi teman perjalanan pulang malam-malam selepas jam lembur yang memenatkan. Cabinoo 12 Januari 2008 |
|