| Written by Cabinoo, on 09-02-2008 00:00 |
|
|
| Average user rating |
No rating |
|
| Views |
1822  |
|
|
|
Artist: Saint Loco Album: Vision For Transition Type: Studio Album Released: 2006 Recorded: - Genre(s): Nu Metal Length: 13 lagu (43:00) Label: Sony BMG Music Entertainment Producer(s): Jan Djuhana, Saint Loco
Vision For Transition adalah studio album ke dua dari grup nu metal Saint Loco yang dirilis tahun 2006 dengan label Sony BMG Music Entertainment Indonesia. Semua lagu direkam di Project Line Studio, Jakarta. Engineering dan editing oleh Dj Tius Saint Loco. Mixing oleh Moko di Big Knob Studio, Jakarta. Sedangkan mastering oleh Brad Blackwood di Euphonic Masters, Memphis, Tenesse, USA.
Music Concept:
Vision For Transition menawarkan musik nu metal. Beberapa pengamat menyebutkan bahwa Saint Loco banyak terpengaruh oleh musik Linkin Park.
Track List:
Semua lagu ditulis oleh Saint Loco, kecuali yang disebut terpisah. Semua lirik digarap oleh Joe dan Berry.
| 01. | Intro
| 1:06
| Dj Tius, Iwan Hoediarto
| | 02. | Terapi Energi
| 3:09
| | | 03. | Kedamaian
| 5:01 | | | 04. | Nu Life
| 4:27
| | | 05. | Fallin
| 4:24
| | | 06. | Get Up
| 3:18
| | | 07. | Centro
| 1:37
| Dj Tius, Iwan Hoediarto, Gillbert Sannang | | 08. | Transition
| 3:14
| | | 09. | Masterplan
| 3:37
| | 10.
| Fearless
| 4:07
| | | 11. | Breakway
| 3:45
| | | 12. | Stranger In My Blanket
| 3:47
| | 13.
| Outro
| 1:28
| Dj Tius |
Personel:
- Joe Tirta - vocal
- Berry - mc, vocal
- Iwan Hoediarto - gitar
- Tius - spin
- Webster Manuhutu - drums
- Gilbert - bass
Additional Personel:
- Astrid - vocal “Kedamaian”
- Ciellia Agnes - back vocal “Kedamaian”, “Fallin”
Cover Art:
Art dan design album oleh Glenn Mangisengi. Photo dan manipulasi graphic oleh Handi “Bontot”
Editor's comment
| 8/10 |
Siapa yang mengatakan bahwa Saint Loco adalah Linkin Park-nya Indonesia? Memang itu ada benarnya. Namun dalam Linkin Park (sebelum Minutes To Midnight), sound bass mereka tidak menggelegar Saint Loco, bahkan bass mereka tak punya nyali untuk berceloteh nakal (salut buat Gilbert). Ini pelajaran penting buat Linkin Park. Saint Loco punya Iwan yang tak kalah berani mengeluarkan sound yang meruang ala The Edge. Saint Loco punya Tius, sang dj yang harmonic yang tahu bagaimana membuat suasana bagai dalam lounge biru laut atau panas neraka. Tentu saja kami cinta grup asimilasi anak negeri ini, terlebih karena mau menulis lagu dalam bahasa kami, “Kedamaian”. Daftar Lagu Intro. Intro yang menggelegar, megah, be ready. Be careless. Terapi Energi. Nomor khas gaya Rock Upon A Time. Hiprock yang kencang, galak, tapi dengan reff yang lebih melodic. Ya, melodic. Itulah kunci album ke dua ini dibanding album pertama Saint Loco. Melodic penuh energi yang membuat kita rela berteriak, scream, sembari headbanging. Kedamaian. Nomor yang dijadikan single. Surprise juga, ternyata Saint Loco berani meluncurkan musik seperti ini. Sebuah nomor yang ngIndonesia, cenderung ngepop, manis, easy listening. Tapi jangan salah sangka, nomor ini tetap bertenaga, ngerock, dan punya modal kuat untuk jadi stadium anthem. Ok, tunjuk satu jari ke atas, let’s make wave togheter. Ada Astrid (Ratu Cahaya) ikut menyumbangkan Bjorkies vocalnya. Duet yang membuat bulu kuduk berdiri. Seolah tahu diri, Berry hanya rapping secuil dan membiarkan moment merinding ini terjaga sampai ujung lagu. New Life. Ada aroma Linkin Park, tapi bass Linkin Park tak segelegar ini. MC yang asyik dari Berry, disambar Joe bergantian. Digawangi Gilbert dan Nyonk berdentum-dentum, juga robekan kasar gitar Iwan. Nomor yang galak. Kami suka permainan Gilbert. Fallin. Wow! Nomor apik. Ya, ini nomor yang apik, yang mematahkan semua pendapat bahwa Saint Loco adalah tiruan mentah dari Linkin Park. Kalau anda masih menganggap ini adalah nomor Linkin Park, coba simak permainan gitar Iwan, lalu baca segmen “Band respect to” di sleeve dan temukan nama U2 di urutan pertama. Perhatikan progresi emosinya. Naik, galak, exhale, naik galak, colling tapi penuh scream di sana sini. Reff catchy dibalut rock modern garang. Nomor tercantik di album ini. Get Up. Ini nomor dengan sound yang paling ngerock. Gaya hardrock klasik dari Iwan dengan spinning Tius. Joe dan Berry bergantian mengencangkan otot leher dan menghamburkan ludah kemana-mana. Nomor ini bisa jadi favorit pendengar ex tahun 80-an. Di atas panggung nomor ini pasti hot sehot-hotnya buat headbanging. Centro. Good choise Tius. Good choise. Centro yang chill dari Tius, dengan petikan akustik Iwan. Pilihan tepat untuk meluruskan punggung. Sedap. Transition. Back to metal formula, dengan bas dan drum yang penuh gelegar. Agak monoton di awal, tapi cukup ganas di intermediate. Menurut kami, nomor ini di bawah rata-rata standar Saint Loco. Masterplan. Hajar lagi dengan hiprock. Masih dengan racikan utama album ini, melodic dan catchy, plus sedikit aroma 80-an. Ya, tampaknya Saint Loco ingin melebarkan gaungnya ke lebih banyak pendengar. Fearless. Pembukaannya ringan-ringan saja, lalu bergerak kencang dan keras, di tengah kembali sedikit exhale, lantas hajar lagi. Dan, musik pun mengajak semua orang lonjak-lonjak. Moment paling nakal adalah saat teriakan “Life is too short” yang dibalas petikan Gilbert. Saint Loco semakin tahu memainkan ekspresi. Break Away. Energi itu belum kering. Masih ada nomor untuk mengumbarnya. Ini nomor hiprock yang dahsyat. Kami suka permainan Iwan di lagu ini. Awalnya musik bergerak perlahan, sedikit ballad, tapi kemudian Joe screame habis-habisan, dibalas amukan Bery. Ya, silakan mengamuk di sini. Kami suka ini. Stranger In My Blanket. Meski terkesan mellow dan gelap di awal, tapi lagu ini dipuncaki dengan cukup ganas. Lagi-lagi lagu yang mengasyikkan. Outro. Bubar! Ciao! We love you guys. Album Superb! Saint Loco bukan hanya mengumbar kegarangan, menghambur-hamburkan energi, tapi juga menunjukkan kematangan dalam menyusun lagu. Setiap nomor tidak hanya ditulis untuk berkeras-keras, namun juga indah dan cantik. Ekspresi dan harmoni juga jadi perhatian. Kita pun bisa ber-sing-along sambil ikut-ikutan memeras keringat. Kami menikmati mulai first second di intro sampai last breath di outro. Semuanya sedap. Kita bisa headbanging, moshing, lantas main-main ngepop sedikit, lalu headbanging lagi, scream scream scream lalu chillin’, terus hajar, hajar dan hajar sampai akhir lagu. Benar-benar perjalanan album yang enjoyfull (bahkan tanpa alkohol setetes pun). Bintang 4. Ini album dengan materi yang cukup komplit, kreatif, meski banyak pengaruh musisi luar di sana-sini, but what the hell? Bagaimana pun, Saint Loco bisa lulus ujian dengan menulis lagu yang ngIndonesia, ‘Kedamaian’. Cabinoo 09 Februari 2008 |
|