| Written by Cabinoo, on 02-03-2008 00:00 |
|
|
| Average user rating |
No rating |
|
| Views |
639  |
|
|
|
Artist: White Shoes & The Couples Company Album: Skenario Masa Muda Type: Studio Album Released: 2007 Recorded: - Genre(s): Retro Pop Length: 9 lagu (21:48) Label: Aksara Records Producer(s): David Tarigan, White Shoes & The Couples Company
Skenario Masa Muda adalah studio album dari grup White Shoes & The Couples Company. Dirilis oleh Aksara Records, tahun 2007. Diproduseri oleh David Tarigan dan White Shoes & The Couples Company. Direkam di studio Pendulum, Jakarta oleh Dono Firman, J. Vanco, Leno dan Ario Hendarwan. Mixing oleh Dono Firman di studio Pendulum dan Penapple Fields, Jakarta. Mastering oleh Aghi Narrotama di studio Pendulum.
Music Concept:
Album Skenario Masa Muda memainkan musik bergaya retro Indonesia dari tahun 60-70-an yang diaransemen secara elegan.
Track List:
| 01. | Prelude
| 2:14
| Lagu & Aransemen: Sales Husein Machfud
| | 02. | Super Reuni
| 3:19
| Lagu & Aransemen: Ricky Surya Virgana. Lirik: Aprilia Apsari
| | 03. | ...Siapa Yang Salah?
| 0:22
| | | 04. | Pelan Tapi Pasti
| 3:37
| Lagu & Aransemen: Ricky Surya Virgana. Lirik: Aprilia Apsari
| | 05. | ...Foto Siapa
| 0:10
| | | 06. | Roman Ketiga
| 4:47
| Lagu: Yusmario Farabi. Lirik: Aprilia Apsari
| | 07. | Today Is No Sunday
| 2:57
| Lagu & Lirik: Aprilia Apsari
| | 08. | ...Kenapa Melarang Kesenangan Saya?
| 0:26
| | | 09. | Aksi Kucing
| 3:56
| Lagu: Oey Yoek Siang
|
Personel:
- Aprilia Apsari - vokal, synthesizer
- Yusmario Farabi - acoustic guitar, background vocal
- Saleh Husein Machfud - electric guitar, background vocal
- Ricky Surya Virgana - bass, cello, background vocal
- Apri Mela Prawidiyanti - piano, keyboard, hammond, synthesizer, viola, background vocal
- John Navid - drums, percussion, vibrafon
Additional Personel:
- Karina Subroto - violin
- Panjita - violin
- Ulung Tanoto - flute
- Eugene Bounty - clarinet, alto saxophone
- Aidil Farhan - tenor saxophone
- Teguh Darmawan Saiman - trumpet
- Johan Damaris - trombon
Cover Art:
Perancang grafis Kudaponi, Ilustrasi sampul oleh Aprilia Apsari. Fotografi oleh Ary Sendy dan Julia Sarisetiati.
Editor's comment
| 8/10 |
Gaya retro masih juga menarik perhatian musisi Indonesia. Itu enaknya jadi musisi di jaman akhir, bisa mengeksplorasi masa lalu habis-habisan. Sayangnya ada salah kaprah di kalangan common citizen. Ini juga gara-gara para musisi itu. Dalam bayangan banyak orang, musik retro identik nada-nada jaman baheula, dengan lirik lucu, ditambah penampilan nyentrik: celana cutbrai, kacamata lebar, hem sempit warna-warni ngejreng, rambut gondrong atau poni, dan performance penuh bayolan bahkan norak. Terkadang tak jelas juga, apakah kita sedang menikmati tontonan musik atau acara lucu-lucuan. Maka berterima kasihlah pada White Shoes & The Couples Company atas album Skenario Masa Muda ini yang berusaha menyempurnakan nada-nada baheula itu ke tingkat yang lebih elegan dan gemilang, meski tetap dengan kacamata lebar dan poni Bruce Lee yang alamaak. Daftar Lagu Prelude. Nomor ini tak terlalu jelas. Kami seperti mendengar remaja berlatih gitar klasik di sebuah ruang makan keluarga. Super Reuni. Sebuah nomor retro: nada-nada lawas yang akrab, cara menyanyi yang kuno dan mengundang senyum. Namun dengan sentuhan modern: ketukan drum yang sigap, petikan bas yang tak kalah lincah, juga di bagian tengah ada permainan gitar yang tangkas. Pandangan kami tentang gaya retro yang norak kontan pupus. White Shoes & The Couples Company jauh lebih serius dari apa yang tergambar di cover album. ...Siapa Yang Salah? Menurut sleeve, dialog ini diinspirasi oleh film ‘Tiga Dara’ karya sutradara Usmar Ismail, tahun 1956. Katanya, sisipan dialog-dialog semacam ini ditujukan untuk membangkitkan minat terhadap film-film nasional jaman dulu. Semoga berhasil. Pelan Tapi Pasti. Nomor yang mengasyikkan, santai dan penuh senyum. Diaransemen amat apik, membuat nomor retro ini terasa elegan dan berkelas. Ada ketukan piano yang playfull, ditemani bas yang dipetik bersenang-senang, ditingkahi clarinet juga string guitar. Ah, seandainya jalan-jalan Jakarta senyaman ini, maka nomor ini pasti jadi maskot. ...Foto Siapa. Kali ini dialog diinspirasi oleh film ‘Asrama Dara’ masih dari sutradara Usmar Ismail, tahun 1958. Bagian yang menarik adalah ketika Sartje Buchari berkata “Uh ini, orang ganteng gitu di bilang.. cukupan.” Vintage banget. Roman Ketiga. Meski tidak segilang-gemilang, Guruh Soekarnoputra pasti bangga pada anak-anak IKJ ini karena meneruskan warisan yang pernah dipopulerkannya. Perhatikan aransemen string dan flute, lalu chorus yang memuncak. White Shoes & The Couples Company bukan hanya berhasil membangkitkan nostalgia, sekaligus juga merayakan puncak keanggunan musik-musik Indonesia era 70-80an. Today Is No Sunday. Sebuah lagu manis dan terdengar sederhana. Namun musik yang ditata tidak sesederhana yang diduga. White Shoes & The Couples Company selalu ingin mengangkat kualitas musiknya dengan aransemen yang lebih dari sekedarnya. ...Kenapa Melarang Kesenangan Saya? Dialog ini diinspirasi oleh film ‘Ambisi’ karya sutradara Nya Abbas Akup, tahun 1973. Setuju! Mari kita rayakan musik Indonesia. Aksi Kucing. Kali ini White Shoes & The Couples Company mengadaptasi warna oriental dengan swing yang asyik dinikmati sambil berdansa, dan tersenyum-senyum mengkoorkan lirik “meoong meoong”. Sebuah nomor yang lucu tanpa harus konyol, malah terlihat pintar. Album Jauhkan anggapan bahwa musik retro kita selalu norak dan konyol. Saatnya kita terpana. Inilah album musik baheula yang digarap jauh lebih elegan, rapi, tertata. Dengan konsep yang jelas, White Shoes & The Couples Company tiba-tiba mengingatkan bahwa ada anak tangga yang semestinya bisa dilalui oleh para musisi pengusung warna musik Indonesia jaman doeloe. Tentu saja untuk melakukan ini dibutuhkan ketrampilan bermusik yang mumpuni, bukan sekedar menggenjrengkan dua tiga chord. Sayang, efektif hanya ada lima lagu yang disuguhkan di album “Skenario Masa Muda” ini. Namun dari album singkat ini, terpancar sinar cerah penuh harapan akan sebuah tata musik yang indah. Ya, inilah album restorasi yang membanggakan. A must collector’s album. Cabinoo 02 Maret 2008 |
|