| Written by Cabinoo, on 07-03-2008 00:00 |
|
|
| Average user rating |
No rating |
|
| Views |
497  |
|
|
|
Artist: Various Artists Album: Jakarta Electro Syndicate #01 Type: Compilation Album Released: 2007 Recorded: 2007 Genre(s): Electro House Length: 10 lagu (63:14) Label: Spinach Records Producer(s): Riri Mestica
Jakarta Electro Syndicate #01 adalah album kompilasi musik dari scene dance: electro, yang dikompilasi oleh Dj Riri Mestica, dirilis oleh Spinach Records, tahun 2007. Mastering album ini oleh Dj Riri Mestica di Spinach Record, Jakarta.
Music Concept:
Album Jakarta Electro Syndicate #01 mengumpulkan track-track dari scene dance: electro karya 10 dj Indonesia terkemuka.
Track List:
| 01. | Endless Rue (Restless Remix)
| 7:53
| Dj Riri Mestica | | 02. | When I See The Sun At Jimbaran
| 6:56
| Dj Romi
| | 03. | Monorail
| 5:39
| Agrikulture
| | 04. | Rusty Guitar
| 7:25
| Dj Kono & Dj Riri Mestica
| | 05. | Running Karma
| 5:01 | Dj Purple
| | 06. | Plus Sixty Two
| 6:50
| Dj Audi
| | 07. | Feel Ya
| 4:40
| Dj Lawrence
| | 08. | Silent Mountain
| 7:37
| Dj Winky
| | 09. | Killing Time
| 5:43
| Dj Dey
| 10.
| Electro Funny
| 5:30
| Dj Adhe
|
Personel:
- Dj Riri Mestica
- Dj Romi
- Agrikulture (Hogi, Anton Wirjopno, Adit)
- Dj Kono
- Dj Purple
- Dj Audi
- Dj Lawrence
- Dj Winky
- Dj Dey
- Dj AdhE
Cover Art:
Desain cover oleh Wisnu Mahendra. Gambar cover oleh Riri Mestica
Editor's comment
| 7/10 |
Dibanding musik pop atau rock, pasar musik dance amatlah sempit. Tidak banyak stasiun radio yang mempunyai jam khusus untuk scene dance, entah itu house, trance, oldskool. Musik dance seolah hanya diudarakan di klub-klub berbaur aroma alkohol dan drugs. Yang semakin mempersempit pasar adalah kenyataan bahwa para dj Indonesia kebanyakan lebih suka mengulik lagu orang lain, ketimbang memeras inspirasi menulis karya mereka sendiri. Karenanya kita perlu mengangkat tabik pada Dj Riri Mestica yang menantang 10 dj terkemuka Jakarta untuk memainkan 10 track asli mereka sendiri dan menyandingkannya dalam satu album kompilasi. Tantangan Riri pun tidak main-main: electro! Ini adalah segmen yang jauh lebih sempit lagi. Siapa yang mau mendengarkan musik atonic seperti ini? Tapi, jangan kuatir, pecinta musik dance, semacam kami ini, adalah orang-orang yang mempunyai loyalitas tinggi. Daftar Lagu Endless Rue (Restless Remix), Dj Riri Mestica. Empunya gawe langsung menghentak dengan kecepatan sekitar 130 bpm. Electro yang diberi sentuhan asesories trance, dan vokal dari Fla. Sebuah nomor electro standar yang baik untuk membangkitkan gairah pesta. When I See The Sun At Jimbaran, Dj Romi. Nomor andalan dari salah satu jenderal party terkemuka Indonesia, Dj Romi. Kecepatan sedikit lebih lambat dua ketukan, namun dengan pulse energi yang lebih keras. Untuk menguatkan pesan bahwa kita sedang berada di bawah Jimbaran party, Romy menempelkan beat-beat etnik, ditimpali dengan nada-nada listrik yang cukup nge-hook. Ya, pesta house kita semakin meriah. Push the volume! Monorail, Agrikulture. Nomor yang terlalu singkat untuk sebuah pesta sepanjang malam, namun bagi kami, nomor ini amat mengesankan. Electro yang penuh kejutan, tangkas, yang membuat kita kalang kabut dalam sebuah pesta gelisah. Rusty Guitar, Dj Kono & Dj Riri Mestica. Ok, pesta berlanjut dalam laju 130 bpm. Saatnya Dj Kono tampil dikawal Riri Mestica, menawarkan beat dan hook pengganggu syaraf. Saatnya memejamkan mata menikmati hentakan itu mengalir di sekujur pembuluh darah. Running Karma, Dj Purple. Software dj kami memberikan angka analisa rata-rata 100 bpm, namun hentakan yang padat membuat nomor ini terasa jauh lebih melesat. Nomor electro yang kotor dan penuh desakan. Plus Sixty Two, Dj Audi. Progresi dibangun di atas vox sampling yang itu-itu saja di sepanjang trax, membuat kami lekas bosan dan menguap. Namun bagi mereka yang sudah kerasukan ektase, ini jadi beat pengantar terbang yang menyenangkan. Feel Ya, Dj Lawrence. Sejenak mengingatkan kami pada Daft Punk. Lawrence tampil dengan hook dari gitar listrik, vokal yang dibiaskan oleh arus listrik, yang berujar, I want to kiss you, I want to kill you di arena beat seputar 126 bpm. Silent Mountain, Dj Winky. Winky bermain manis, memberikan harmony, membuat nomor ini lebih ‘ngehouse’ ketimbang ‘ngelectro’. Di beberapa bagian, Winky menyilakan kita untuk menurunkan tensi, untuk bersiap menghentak lagi dalam nuansa trancey. Bagian yang kurang menarik adalah saat nada-nada dimainkan setelah menit ke 4:30. Ok, nada-nadanya memang manis, khas trance, namun tuts seolah ditekan oleh anak yang baru les organ. Istilah kritikus jaman sekarang: soulnya nggak dapet. Tapi, Winky boleh membantah, bahwa itulah permainan yang paling pas saat kita kehilangan kesadaran. Terlepas dari itu, ini adalah nomor untuk puncak ekstase pesta. Killing Time, Dj Dey. Trax yang simple, catchy namun kuat. Bisa jadi anthem yang addictive di berbagai dance floor. Ditunggu versi-versi remixnya. Electro Funny, Dj Adhe. Waktunya pesta hutan dengan hentakan tribal. Trax standar penutup parti yang agaknya masih harus dilanjutkan di sesi ke dua. Tentu dengan nomor yang lebih mengesankan ketimbang sekedar jedang-jedung. Album Itu tadi 10 dj jendral party di Jakarta dengan 10 trax besutan sendiri. Istilah “besutan sendiri” adalah term penuh penghargaan. Di tengah dance culture kita yang masih dalam taraf cut and mix satu trax dengan trax lain, maka upaya ini patut diapresiasi. Ya, kami pun tidak berharap terlalu tinggi. Kami tak membayangkan tiba-tiba ada kejutan besar, sebagaimana Benny Benassi menemukan permainan bass yang kotor itu. Nomor-nomor standard electro house yang dimainkan sudah cukup untuk memeriahkan pesta kami, kecuali Agrikulture yang lebih berani mengusik dan menawarkan kegelisahan baru. Bagaimanapun, album ini mendorong para dj ke level yang lebih advance, yaitu membenamkan diri dalam studio, menulis, menciptakan, mengeksplorasi beat, hook, sound, vibe sendiri. Yang lebih membesarkan hati adalah seri #01 di cover album. Bukankah ini berarti kita bisa menunggu seri #02, #03 dan seterusnya? Bukankah itu bagus? Bukankah itu juga berarti semakin panjang barisan dj kreatif, bukan hanya dari Jakarta, melainkan juga dari Surabaya, Bandung, Jogja, Denpasar dan kota-kota lain? Kami berharap dari serial ini akan hadir trax ikonik yang mewabah dan mencandui pesta-pesta dj. Cabinoo 07 Maret 2008 |
|