| Written by Cabinoo, on 08-03-2008 00:00 |
|
|
| Average user rating |
No rating |
|
| Views |
1006  |
|
|
|
Artist: Soulvibe Album: Soulvibe Type: Studio Album Released: 2008 Recorded: - Genre(s): Jazzy, R&B Length: 11 lagu (43:40) Label: Gowa Music Indonesia Producer(s): Juno Adhi, Rayendra Sunito
Soulvibe adalah studio album dari grup jazzy Soulvibe yang dirilis oleh Gowa Music Indonesia, tahun 2008. Album ini direkam di Gowa Music Studio oleh Rayendra Sunito dan Juno Adhi. Mixing dan mastering oleh Rayendra Sunito di Gowa Music Studio.
Music Concept:
Album Soulvibe berisikan lagu-lagu dengan warna musik jazzy.
Track List:
Semua musik diaransemen oleh Soulvibe, kecuali ‘No More’ oleh Adrian Martadinata, ‘Your Smile’ dan ‘Adinda’ oleh Satrio, dan ‘Terang Jiwa’ oleh Juno Adhi.
| 01. | Your Smile
| | | | 02. | Arti Hadirmu
| | | | 03. | Think Twice
| | | | 04. | Adinda
| | | | 05. | Percayalah
| | | | 06. | No More
| | | | 07. | Warna Cinta
| | | | 08. | Masih
| | | | 09. | I Want You Back
| | | 10.
| Terang Jiwa
| | | | 11. | Biarlah (Hapuslah Cinta) | | |
Personel:
- Adhika Satya - guitar
- Adrianto Ario - synthesizer, electric percussion
- Bayu Adiputra - vocal
- Frans Martatko - piano, synthesizer
- Ramadhan Handyanto - bass
- Rizqi Rizaldi - vocal
- M. Caesar Rizal - percussion
Additional Personel:
- Juno Adhi - trumpet
- Rami Barz - shout
- Renita - backing vocal
- Kyriz - rap
- Adrian Martadinata - guitar
- Satrio - guitar
- Rayendra Sunito - drums
- Pramudhana - vocal
Cover Art:
Konsep dan desain oleh Erik Aditya. Photografi oleh Bona Soetirto dan Andra Alodita
Editor's comment
| 6/10 |
Tampil di panggung Java Jazz 2008 adalah sebuah kehormatan bagi Soulvibe, dan ini adalah tahun yang tepat untuk merilis album perdana, meski single mereka telah sayup-sayup terdengar sejak akhir tahun lalu. Tentu saja, Soulvibe bukan grup musik baru. Untuk bisa menembus panggung Java Jazz diperlukan referensi yang lebih dari sekedar nama populer. Karenanya, ketika album ini terpampang di rak-rak toko musik, segera saja kami raih sembari mengingat moment besar sang festival. Apakah Soulvibe bisa memanfaatkan kesempatan baik ini? Daftar Lagu Your Smile. Setelah sedikit berbasa-basi dengan beberapa denting piano, Soulvibe menebarkan aroma jazzy 80-an yang lincah. Sejenak ada gaya Earth, Wind and Fire yang lebih terdengar seperti boys band. Kami pun menduga nomor catchy seperti ini lebih ditujukan sebagai nomor panggung bersama aksi yang rancak dan memuaskan mata. Arti Hadirmu. Mau tidak mau, kami teringat pada musik Maliq & D’essentials, namun dengan vokal yang lebih cepat akrab di telinga dibanding falseto Angga. Kadar musiknya pun lebih ringan dan mengundang kami untuk bersenang-senang Think Twice. Tentu Soulvibe tak boleh berkesal hati jika mereka dibanding-bandingkan dengan Maliq & D’essentials. Kita dengan mudah menemukan kesamaan struktur nomor ini dengan Funk Flow!!-nya Maliq & D’essentials, dibuka dengan verse yang sama (nggak usah heran, pelakunya sama kok: Kyriz), lalu rap, beat, asesoris elektrik. Bedanya, dengan koor ala boys band yang mudah dicerna juga musik yang ringan, Soulvibe tak mau ambil resiko terlalu besar. Adinda. Kini waktunya berfalseto, diiringi dengan koor yang menyerukan nama ‘Adinda’ yang terdengar seperti panggilan kesedihan. Untunglah, rap yang menyela terdengar cukup merayu (meski tidak sampai membuat bulu kuduk para wanita terusik). Sebuah nomor lembut yang tak jelas apakah ini tembang rayuan, kerinduan atau kegamangan dalam memutuskan musik mana yang akan dimainkan. Percayalah. Dengan tempo sedang, Soulvibe berusaha menarik perhatian lagi dengan aksi panggungnya. Musik yang dimainkan cukup menarik. Hanya saja, para vokalis terdengar melayang-layang tanpa greget. Sang penolong, rapper, datang di saat yang tepat untuk membangkitkan gairah. Tiba-tiba musik diakhiri begitu saja. Sebuah nomor kurang darah. No More. Bagaimana sebenarnya “faster” diucapkan? “Fester”? Atau, “faster”? Ok, itu small thing. Sebenarnya refrain nomor lembut ini bisa jadi modal kuat sebagai seductive R&B ala Usher dengan backing vocal Boyz II Men. Tapi, itu tak terlalu sesuai dengan pemilihan gaya vokal dan lirik penuh pengingkaran (yang semakin tak mudah dimengerti gara-gara logat Inggris yang aneh). Terlepas dari semua itu, musik lembut di nomor ini cukup nyaman sebagai teman ber-chilling out. Warna Cinta. Ayo bersenang-senang lagi. Dengan hentakan di sana-sini, keyboards yang centil, bass dan drum yang bersemangat, kemudian di bridge musik bergerak sedikit housey sebelum kembali ke hentakan-hentakan yang rancak, membuat nomor ini paling meriah dan cocok sebagai party light. Saran: bagaimana kalau Soulvibe memainkan brass section pada bagian pamungkas, tentu bisa lebih dahsyat. Masih. Tanpa jeda, track berpindah ke kerancakan yang lain. Justru brass section ditiup ramai-ramai di nomor ini. Dijamin kita akan bersenang-senang. I Want You Back. Bagian yang menarik adalah permainan gitar yang asyik berceloteh sendiri, juga trumpet dari Juno Adhi, sang produser. Sedangkan untuk bagian vokal, kami masih belum cukup puas. Ini nomor slow yang nyaris membuat kami mengantuk. Terang Jiwa. Musik digiring ke lantai dansa remang-remang, soulful house. Lalu ada gangguan: falseto. Tak semestinya falseto ada di situ. Namun, itu terobati dengan solo gitar ringkas dari Adrian Martadinata yang mengasyikkan. Lalu musik mencoba untuk berdansa lagi. Protes kami: lagi-lagi musik diakhiri begitu saja tanpa memberikan kesempatan bagi kami untuk memuncaki sesi uplifting. Bagaimana pun, nomor ini dipromo sebagai single Soulvibe. Biarlah (Hapuslah Cinta). Ya, nomor seperti ini memang wajib masuk. Sebuah nomor santai bergaya akustik, dengan petikan nylon gitar yang terdengar jelas, tarikan bass, plus jentikan jari, tepuk tangan dan teriakan canda di sana-sini, penanda kita sedang bersenang-senang dalam bermusik. Album Formula Soulvibe di album perdana ini sebenarnya cukup taktis: ringan, ear friendly, ngepop, mudah dicerna dan bisa dinyanyikan bersama-sama. Aliran nu-jazz yang diusung Soulvibe dihiasi dengan elemen R&B, funky, rap, soul, sedikit house, dengan tujuan agar kita lebih banyak bergerak, ngegroove, ngedance. Tak heran jika semua nomor bisa diterjemahkan dalam aksi panggung yang menyedapkan mata. Dengan paket hiburan yang lengkap seperti ini, mestinya Soulvibe bisa mencuri perhatian. Namun sayang, warna musik yang dimainkan Soulvibe tidak terlalu istimewa jika dibandingkan bayang-bayang kharisma Java Jazz. Persoalan belum usai, bagi kami, sebagian besar materi musik album Soulvibe tidak digarap cukup matang. Tidak banyak progresivitas atas warna nu-jazz atau nu-soul yang dimainkan. Bahkan, seolah mereka tak melakukan jerih payah eksplorasi. Singkat kata, just almost average. Ambil contoh, di beberapa nomor Soulvibe seolah kehabisan ide untuk menyudahi lagu. Mereka mengakhiri lagu begitu saja, tanpa meninggalkan pesan, atau memberi kesempatan bagi emosi yang sedang uplifting. Atau, penempatan vokal yang salah kaprah. Falseto di antara dua beat house mungkin ide unik, namun membuyarkan suasana pesta. Atau, tiga warna vokal yang saling bersahutan dalam lagu romantis justru membingungkan sang gadis. Ini seduksi intim dari seorang pemuja atau rayuan ala gang jalanan? Bagaimana pun kedatangan album Soulvibe ini patut disambut dengan senang hati. Bertambah lagi penghibur di belantara musik Indonesia yang densitasnya semakin tinggi. Cabinoo 08 Maret 2008 |
|