| Written by Cabinoo, on 16-03-2008 00:00 |
|
|
| Average user rating |
No rating |
|
| Views |
3684  |
|
|
|
Artist: Bondan Prakoso & Fade2Black Album: Unity Type: Studio Album Released: 2007 Recorded: - Genre(s): Rap, Hip-Hop, Various Length: 13 lagu (52:00) Label: Sony BMG Music Entertainment Indonesia Producer(s): Jan Djuhana, Bondan Prakoso
Unity adalah studio album dari Bonda Prakoso yang bekerja sama dengan kelompok rap Fade2Black. Dirilis tahun 2007 di bawah label Sony BMG Music Entertainment Indonesia. Diproduseri oleh Jan Djuhana dan Bondan Prakoso. Seluruh track direkam di Kwat Studio dan Triple M Studio. Mixing oleh Sisco Batara dan Bondan Prakoso di Kuwa Studio. Sedangkan mastering di lakukan di studio Slingshot Studio.
Music Concept:
Di album Unity ini Bondan Prakoso berusaha menggabungkan berbagai warna dan aliran musik, seperti reggae, rock, bahkan keroncong dengan rap.
Track List:
Semua musik ditulis oleh Bondan Prakoso, sedangkan lirik oleh Fade2Black.
| 01. | Unity
| 4:56
| | | 02. | Xpresikan
| 4:09
| | | 03. | Kau Puisi
| 4:41
| | | 04. | Kroncong Protol
| 4:10
| | | 05. | Waktu
| 4:03
| | | 06. | U'll Sorry
| 4:07
| | | 07. | Rezpector
| 3:24
| | | 08. | R.I.P (Rhyme In Peace)
| 4:29
| | | 09. | Gusti Dewata Mulia Raya
| 3:49
| | 10.
| Wrong Way
| 3:59
| | | 11. | Microphone XXX
| 3:28
| | | 12. | Rock On The Beat | 2:07 | | | 13. | Last But Not Least | 4:32 | |
Personel:
- Bondan Prakoso - vocal, bass, guitar, drum, programming
- Titz G - rap, beat box
- Lezz I Know - rap
- De Santoz - rap
Additional Personel:
- Nizto - rap ‘R.I.P’
- Ratz - rap ‘R.I.P’
- Zac - voice ‘Unity’
- Baroc - suling ‘Kroncong Protol’
- Pak’ Yoh - ukulele ‘Kroncong Protol’
- Alvien - dj ‘Unity’, ‘Waktu’, ‘Last But Not Least’
Cover Art:
Cover artwork oleh Danial. Photograpy oleh B Entertainment Indonesia.
Editor's comment
| 7/10 |
Bondan Prakoso bermetamorfosis dengan cara yang menarik dan patut diacungi jempol. Lupakan penyanyi cilik. Saatnya mengapresiasi Bondan sebagai musisi dengan bakat dan ketrampilan berlimpah. Beberapa bulan lalu tiga belas basist terkemuka di tanah air mengadakan konser, dan Bondan masuk dalam barisan yang unjuk kebolehan. Mungkin kelak jika ada tiga belas drumer atau tiga belas gitaris tampil dalam satu panggung, bolehlah kita berandai-andai, Bondan pun tercantum dalam daftar absensi. Bahkan, dalam daftar tiga belas rapper, tiga belas vokalis, atau tiga belas penata musik sekalipun. Daftar Lagu Unity. Slap bass Bondan menyambut album ini, diikuti riff gitar dan gebrakan drum yang ngerock. Rap masuk tanpa ragu. Racikan musik yang menarik. Rock bertenaga. Permainan bas yang ngefunk habis. Di beberapa detik sempat tercium petikan bass yang bluesy. Rap-nya pun confident. Teriakan vokal Bondan nyaris jadi anthem tersendiri. Kami suka nomor ini. Xpresikan. Rhythm gitar yang ngereggae disambut lirik rap segera membawa kita pada semangat Bob Marley untuk merayakan kebebasan individu dalam mengutarakan ekspresi. Bondan tak serta merta memainkan petikan bass yang ngereggae. Ia lebih suka menjadikan nomor ini se-funk mungkin. Kau Puisi. Bagi rapper, menyatakan cinta tak harus menye-menye. Ide rap Fade2Black adalah tenaga dan kepercayaan diri yang tinggi. Maka, nomor yang lembut ini tak jatuh cengeng, meski Bondan berusaha merintih diiringi gitar akustiknya. Bagian lirik yang kami suka, “Saat kuterjatuh sakit kau adalah aspirin.” Kroncong Protol. Bondan ikut bertanggung jawab jika tiba-tiba banyak remaja yang mendengarkan keroncong. Itu bagus man! Kami tersenyum gembira saat mendengar nomor ini pertama kali dari sebuah stasiun radio. Kami yakin ini bukan garapan yang mudah. Jempol, itu ganjaran yang pasti. Waktu. Ballad rock yang broken hearted dibangkitkan oleh rap. Dalam hal ini, lirik-lirik rap oleh Fade2Black memberikan pelajaran yang cukup positif. Fade2Black dan Bondan berusaha menunjukkan sisi-sisi terang dari lirik rap, yang seringkali dipandang kernyitan oleh para orang tua. U’ll Sorry. Edisi broken hearted continues. Bondan merintih bersama olahan musik electronic yang ambientic dan sedikit psy. Fade2Black memberikan support dengan kegeramannya masing-masing. Sampai di sini, kami sampaikan apresiasi pada Bondan yang menyuguhkan beragam warna musik, yang ditata dan dimainkan sendiri. Rezpector. Kami tidak begitu tertarik pada musik nomor ini. Bondan mengutip nyanyian para prajurit saat berlari-lari sambil bertelanjang dada lalu dihajar dengan gocekan gitar yang ngerock. Silakan pelajari liriknya. R.I.P (Rhyme In Peace). Nomor sendu yang sedih (tapi, bagaimana bisa bersedih jika para rapper itu berteriak-teriak penuh emosi). Yang menarik di nomor ini adalah ada aroma musik lawas ala 70-an. Akhirnya, para rapper itu pun bernyanyi dalam koor yang terasa kuno. Gusti Dewata Mulia Raya. Masih dalam acara sendu kelabu, dengan ketukan piano, gitar dan synthesizer yang lebih gelap. Pada puncaknya, para rapper mengamuk. Mungkin Bondan bermaksud bermain-main dengan emo. Jika ya, mungkin perlu lebih meningkatkan tensi amarahnya. Wrong Way. Wow, ini asyik. Nomor yang asyik. Bolehlah Bondan dan Fade2Black memainkan nomor yang ngesoul dan funky abis ini di salah satu panggung Java Jazz. Dijamin panggung akan meriah, semeriah pesta gila James Brown. Tentu saja kami suka nomor ini. Microphone XXX. Giliran blues mengiringi para rapper. Salut deh buat Bondan yang bisa ngejam dengan macam-macam genre musik. Hanya saja, kami tak suka falseto itu. Rock On The Beat. Kesempatan bagi para rapper memperkenalkan dirinya masing-masing. Silakan unjuk gila di sini. Sedang buat Bondan, cukup memainkan bass saja. Pantas jika, Bondan masuk dalam basis terkemuka Indonesia. Last But Not Least. Hampir lupa. Metal tak boleh luput dari ocehan rap. Nomor penutup yang panas. Kami sedikit keberatan dengan efek scracth. Mungkin maunya seperti Linkin Park. Sedangkan kami maunya sound rock yang semurni mungkin. Ada baiknya Bondan mengundang gitaris metal sesungguhnya agar pesta ini lebih ganas. Album Bondan dan Fade2Black membuktikan bahwa rap mempunyai keluwesan tiada tara untuk dilekatkan pada semua jenis musik. Ya, semua jenis musik. Kalau toh kali ini hanya pada rock, reggae, ballad, R&B, electronic, soul, blues, metal maka kita harus mengangguk ketika keroncong pun tak luput dari jajahan rap. Hanya soal waktu saja untuk mengawinkannya dengan aliran musik lain, misal: samba, bossanova, oldies atau degung sekalipun. Album ini bukan saja terwujud karena kemampuan nge-rap, melainkan lebih karena ketrampilan Bondan dalam menata musik, dan menemukan titik singgung yang ideal untuk disenyawakan dengan rap. Oh ya, bukan sekedar menata, juga memainkan berbagai alat musik. Sepertinya kita menemukan penerus Fariz RM. Meski jerih payah Bondan semestinya dihargai, kami melihat eksperimen Bondan, kecuali pada ‘Kroncong Protol’ belum menawarkan kesegaran baru yang mengejutkan. Bondan masih berkutat pada penguasaan warna, ideologi genre serta berbagai alat musik yang dimainkannya sendiri. Akan jauh berbeda hasilnya jika Bondan melakukan kolaborasi dengan dedengkot masing-masing jenis musik. Memang ini tidak perlu dirisaukan. Idealisme (baca: egioisme) Bondan sebagai musisi muda tentu masih meledak-ledak, dan perlu menunjukkan eksistensi kemandirian serta leadershipnya. Keep a good work. Meski kami ‘hanya’ menyematkan dua bintang, tapi percayalah kami suka sekali album ini. Kami janji akan berikan lebih banyak bintang di album-album berikut (asal lebih yahud!). Cabinoo 16 Maret 2008 |
|